Kamis, 08 November 2007

Teori Dependensia

Teori ini lahir efek dari kapitalisme, globalisasi, dan imperialisme moderen. Teori ini dberkembang di Amerika Latin sekitar tahun 1960 (tidak jauh berbeda dengan munculnya teori regulasi). Keterbelakangan negara-negara Amerika Latin ini karena mereka secara tidak sengaja terkoneksi dengan sistem ekonomi dunia yang kapitalis, sehingga mereka menjadi negara-negara pinggiran dari negara-negara kaptalis.

Negara-negara pinggiran ini dijadikan daerah koloni dari negara-negara kapitalis yang berfungsi sebagai penyedia raw material bagi kebutuhan industrinya. Dan akhirnya negara-negara pinggiran ini akan menjadi konsumen bagi produk-produk industri negara-negara kapitalis. Dan inilah yang menimbulkan struktur ketergantungan yang merupakan penghambat utama bagi perkembangan pembangunan ekonomi di negara-negara pinggiran.

Mazhab dependensi atau ketergantungan terdapat 2 aliran yaitu Marxis (dan Neo-Marxis) dan non-Marxis. Aliran Marxis mengambil perspektif perjuangan kaum buruh (proletar) atas kaum kapitalis (pemilik modal) dengan revolusi. Sedangkan aliran non-Marxis lebih memfokuskan pada pembanguan dalam negeri dengan bangsa atau rakyat merupakan objek pembangunannya.

Teori Schumpeter

Teori Schumpeter ini pertama kali dituangkan dalam bukunya berjudul “The Theory Economic Development” yang merupakan sadur dalam bahasa Jerman. Lalu dijelaskan lebih lanjut dalam buku yang judulnya “Bussiness Cycle”

Inti dari teori pembangunan Schumpeter bahwa pembangunan ekonomi akan pesat hanya dalam sistem ekonomi kapitalisme, namun dalam jangka panjang sistem kapitalisme akan mengalami stagnasi (Pendapatan ini sama dengan pendapat dari kaum klasik).

Schumpeter menegaskan bahwa invosi dan entrepreneur merupakan generator dalam pembangunan ekonomi. Tersedianya para inovator, lingkungan sosial, politik, dan teknologi merupakan suatu syarat mutlak terjadinya proses inovasi. Dan tentunya ada satu faktor yang sangat penting juga yaitu tersedianya sistem perkreditan yang mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Apa yang menjadi benefit bagi para inovator? Tentunya Schumpeter merinci bahwa siapapun yang behasil dalam melakukan proses inovasi maka akan menikamti hak monopoli dan tentunya keuntungan monopolis juga.

Lalu efek apa yang diharapkan terjadi setelah terjadi inovasi? Jawabannya, munculnya teknologi baru dan imitasi. Kedua faktor inilah yang akan memicu terjadi investasi dan akhirnya terjadi penyebaran teknologi ke masyarakat luas.

Kenapa dalam jangka panjang, kapitalisme akan stagnasi dan runtuh?

Karena dalam jangka panjang, snowball effect dari inovasi tersebut tentunya akan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat dan kemerataan distribusi pendapatan (karena inovasi akan membuat produknya bisa dinikmati orang banyak). Namun dengan semakin makmurnya masyarakat akan memicu terjadinya perubahan kelembagaan dan pandangan masyarakat yang semkain jauh dari sistem kapitalisme asli. Dimana sistem tunjangan sosial (bantuan tunai langsung) kepada para pengangguran, sekolah gratis, sistm asuransi, dll..

Inilah yang membuat sistem kapitalisme dalam jangka panjang runtuh dan beralih menjadi sistem sosialis.