Jumat, 30 Mei 2008

Non-Walrasian Ekuilibria

Ekulibria Non-Walrasian yang disebut juga sebagai ekuilibria dengan pembatasan (rationing) merupakan suatu konsep ekuilibrium yang lebih luas (generalisasi ekuilibrium tradisional Walrasian) dan mengijinkan terjadinya disekuilibrium dalam pasar (tidaksamanya permintaan dengan penawaran agregat) sehingga pembatasan kuantitas menjadi penting.

Sedangkan ekuilibrium Walrasian dapat diartikan seluruh pasar dalam keadaan seimbang (total permintaan agregat sama dengan penawaran agregat) dan seluruh agen yang terlibat didalamnya akan mengambil tindakan masing-masing guna merespon pergerakan harga. Dan peran price signal menjadi sesuatu yang penting dalam setiap pasar. Sehingga permintaan dan penawaran Walrasian merupakan fungsi dari price signal.

Maka dapat disimpulkan bahwa sistem harga dalam ekuilibrium Walrasian merupakan suatu set harga dimana total permintaan dan total penawaran sama pada seluruh pasar sehingga tidak terdapat rationing.

Terdapat dua karakteristik dari model Walrasian; (1) seluruh agen akan menerima price signal (price taker) dan mengambil keputusan yang rasional bagi mereka masing-masing dan tidak memberikan signal kuantitas ke dalam pasar, (2) Agen tidak membentuk harga karena harga terbentuk dari mekanisme pasar.

Kondisi Non-Walrasian ini sedang terjadi di Indonesia khususnya pada saat pemerintah mengirimkan signal untuk menaikkan harga BBM pada awal Juni 2008. Seluruh media mengekspos berita tersebut sehingga masyarakat merasa panik sehingga mangaktualisasikan kepanikan mereka dengan membeli BBM lebih dari kebutuhan sehari-hari. Kondisi inilah yang memicu terjadinya kelebihan permintaan, sedangkan pasokan BBM relatif tetap. Dalam ilmu ekonomi, ketika terjadi kelebihan permintaan, maka yang terjadi ialah harga bergerak naik. Namun hal tersebut tidak terjadi, ketika harga BBM sepenuhnya diatur oleh pemerintah. Kondisi inilah yang membuat pasar dalam keadaan disekuilibrium sehingga dampak berikutnya ialah pertamina dan pemerintah mulai memberikan perintah untuk membatasi pembelian BBM di setiap SPBU (
quantity rationing) dan dampak dari ini semua ialah terjadi penimbunan. Ketika supply BBM berkurang karena terjadinya kepanikan tersebut maka timbulah pasar gelap ditingkat pengecer dengan harga BBM yang tentunya lebih tinggi.

Jelas dengan diberlakukannya harga BBM baru membuat seluruh pasar bergejolak (disekuilibrium) dan harus melakukan proses penyesuaian untuk mencapai ekuilibrium yang baru, seperti sekor rumah tangga (kelas menengah dan bawah akan memperoleh dampak paling besar), sektor industri harus menghadapi biaya operasional yang meningkat, dan sektor lainnya. Namun pertanyaan berikutnya, apakah benar seluruh pasar akan terjadi konvergen atau divergen? Jika konvergen, berapa lama? dan jika divergen, apa dampak berikutnya (
second round effect).

Reinkarnasi Ilmu Ekonomi Keynesian

Pemikiran Ilmu Ekonomi → ada antara kutub Klasik dan Keynes
Pada tahan awal, ilmu ekonomi bergerak berdasarkan pemikiran aliran Klasik → konsep well functioning economic. Kutub klasik mulai bergeser ke kutub ilmu ekonomi Keynes ketika terjadi depresi besar tahun 1930 → kegagalan pasar → invisible hand gagal. Robert Lucas, 1970 → kutub ilmu ekonomi bergerak lagi pada Klasik → Era kematian ilmu ekonomi Keynesian. Tahun 1980 → Kembali pada pemikiran Kaynes → Keynesian Economics Reincarnated → Apakah Ilmu Makroekonomi berkembang?

New Kaynesian
  • Muncul pada akhir 1970 dan berkembang mulai tahun 1980.
  • Menurut Mankiw → Reinkarnasi dari Ilmu Ekonomi Keynesian tidak sama dengan Resurrection.
Persamaan Old keynes dan New Keynesian
  1. Mempertanyakan relevansi dari paradigma Walrasian dalam menjelaskan masalah ekonomi.
  2. Memandang skeptis terhadap adanya kemampuan invisible hand dalam menjaga kondisi full employment.
  3. Memandang bahwa siklus bisnis merupakan tipe ekonomi akibat terjadinya kegagalan pasar.
  • Aliran ini tidak sekedar mempercayai bahwa campur tangan pemerintah merupakan hal utama dalam fine tuning dan defisit pengeluaran merupakan hal yang baik, tetapi lebih menitikberatkan pada konsep siklus bisnis yang merupakan indikasi dari adanya imperfect market pada skala besar.
  • Beberapa konsekuensi akibat imperfect market di pasar produk, tenaga kerja, dan modal, yaitu
  1. Nominal wage stickiness
  2. Nominal price stickiness
  3. Real rigidities
  4. Coordination failures
  • New Keynesian memandang perlu membedakan antara riil dan nominal rigiditas, karena:
  1. Rigiditas upah riil tidak menyediakan alasan untuk mempercayai bahwa uang tidak netral, selama tidak menciptakan uang nominal.
  2. Untuk menjelaskan non-netralitas uang perlu menggunakan uapah nominal sebagai sticky price.
  • Pada pertengahan 1980 New Keynesian mengembangkan model stickiness berdasarkan maximizing behaviour and rational expectation.
  • New keynesian sendiri memiliki kerangka pemikiran yang jauh berbeda dibandingkan dengan Old Keynesian.
  • Menurut New Keynesian kesalahan utama Keynesian adalah tidak adanya teori mengenai AS ⇒ berdasarkan kritik New Klasik.
  • Dalam prinsip yang lebih luas Old dan New Keynesian memiliki perbedaan yang substansial. Keynesian pada tahun 1990 berbeda dengan Keynesian pada tahun 1930an dan 1960an. New Keynesian mengambil beberapa pemikiran ekonomi klasik David Hume dan ekonomi moneter Milton Friedman.
  • Mankiw menunjukkan perbedaan antara Old dan New Keynesian melalui 6 proposisi yang dianggap meragukan. 6 proposisi ini pada masa lampau merupakan doktrin utama Keynesian dan dewasa ini telah dibuang oleh ekonomi New Keynesian
Proporsi 1
  • Cara terbaik mengetahui bagaimana ekonomi bekerja adalah dengan menbaca general Theory Keynes secara cermat.
Proporsi 2
  • Pengetahuan mengenai ekonomi klasik tidak menolong untuk memahami bagaimana ekonomi dunia bekerja.
Proporsi 3
  • Ekonomi kapitalis dihambat oleh kemungkinan saving yang berlebihan yang dapat menyebabkan stagnasi
  • Defisit spending merupakan hal yang baik
Proporsi 4
  • Kebijakan fiskal adalah alat stabilisasi ekonomi yang hebat, sedangkan kebijakan moneter tidak terlalu penting.
Proporsi 5
  • Pembuat kebijakan seharusnya belajar untuk hidup dengan inflasi, karena inflasi merupakan biaya atas unemployment yang rendah
Proporsi 6
  • Pembuat kebijakan seharusnya bebas untuk melakukan kebijakan yang bersifat discretion dan menghindari kebijakan rule yang rigid.

The New Classical School

Core Theories New Classical Macroeconomics
  1. Hipotesa Ekspektasi Rasional-Muth (1961)
  2. Continous Market Clearing
  3. Hipotesa Penawaran Agregat-Lucas dan Rapping (1969) dan Lucas (1972&1973)
Hipotesa Ekspektasi Rasional
  1. Ekspektasi Adaptif
  • Berdasarkan pada nilai kemarin
  • Backward-Looking → rentan terjadi kesalahan yang berulang.
  • Ekspektasi Rasional
  • Forward Looking
  • Tidak selalu sempurna dan tepat → Asymetric Information
  • Umumnya mendekati nilai aslinya
  • Jika terdapat systematic error → diatasi dengan learning from the past.
Kelemahan dan kekuatan Ekspektasi Rasional
  1. Dalam proses ramalan → pelaku ekonomi menggunakan informasi terbaik yang dipercaya menjadi penentu variabel.
  2. Merupakan prilaku memaksimumkan utilitasnya
  3. Subyektif → model yang dipercaya tepat.

Kritik Terhadap Ekspektasi Rasional
  • Biaya yang tidak sedikit dalam pengumpulan dan pemrosesan informasi untuk melakukan ramalan, namun dapat disiasati dengan cara tidak langsung.
  • Pelaku dalam pasar yang terdesentralisasi → apakah dapat membentuk model yang tepat.
  • Pelaku memiliki insentif untuk menggunakan informasi sampai dengan Marginal Benefit = Marginal Cost-nya.
Continous Market Clearing
Keynesian → Terdapat kegagalan pasar ketika harga lamban dalam prose’s penyesuaian → Possible state of continous disequilibrium

Kaum Moneter Ortodoks
  • Harga menyesuaikan secara cepat.
  • Dalam jangka pendek → disequilibrium
  • Dalam jangka panjang → equilibrium → pada tingkat alamiah (pengangguran dan output)

New Classical
  • Berdasarkan tradisi Walrasian
  • Respon permintaan dan penawaran optimal pada berbagai tingkat harga.
  • Keseimbangan dalam jangka pendek dan panjang
  • Voluntary Phenomenon → Dalam labor market → Orang akan bekerja pada tingkat upah pasar.
Hipotesa Penawaran Agregat

Keputusan yang diambil pekerja dan perusahaan mengacu pada prilaku optimalisasi → Backward Bending supply curve

Penawaran tenaga kerja tergantung pada upah relatif (Lucas)
  • Didasarkan pada pasar barang dan keputusan penawaran perusahaan.
  • Perusahaan mengetahui harga saat ini atas barangnya dan harga umum di pasar lain dengan unsure time lag.
  • Signal Extraction Problem → Semakin besar variabilitas dalam kenaikan harga umum, semakin sulit bagi produsen untuk memilah signal yang benar dan semakin kecil respon penawaran yang dilakukan.
New Classical Model of Business Cycle

Keynesian
  • Melakukan redirection riset makro melalui tingkat tingkat output pada satu titik waktu dibandingkan dengan melihat evolusi dinamik dari waktu ke waktu.
  • Business Cyle (BC) → Fenomena disekuilibrium.
Hayek
  • BC → Fenomena siklis dalam konteks keseimbangan
Lucas
  • BC → dikembangkan dengan melihat kondisi keseimbangan pada instabilitas agregat.
Implikasi Kebijakan dari New Classical
  • Kebijakan menjadi tidak efektif (dipengaruhui oleh systematic monetary policy and non-systematic policy) karena uang adalah netral dan informasi tidak sempurna.
  • Real Cost of Disinflation
  • Dynamic Time Inconsistency, Credibility, and Monetary Rules
  • Microeconomics Policy to Increase AS.