- Hipotesa Ekspektasi Rasional-Muth (1961)
- Continous Market Clearing
- Hipotesa Penawaran Agregat-Lucas dan Rapping (1969) dan Lucas (1972&1973)
- Ekspektasi Adaptif
- Berdasarkan pada nilai kemarin
- Backward-Looking → rentan terjadi kesalahan yang berulang.
- Ekspektasi Rasional
- Forward Looking
- Tidak selalu sempurna dan tepat → Asymetric Information
- Umumnya mendekati nilai aslinya
- Jika terdapat systematic error → diatasi dengan learning from the past.
- Dalam proses ramalan → pelaku ekonomi menggunakan informasi terbaik yang dipercaya menjadi penentu variabel.
- Merupakan prilaku memaksimumkan utilitasnya
- Subyektif → model yang dipercaya tepat.
Kritik Terhadap Ekspektasi Rasional
- Biaya yang tidak sedikit dalam pengumpulan dan pemrosesan informasi untuk melakukan ramalan, namun dapat disiasati dengan cara tidak langsung.
- Pelaku dalam pasar yang terdesentralisasi → apakah dapat membentuk model yang tepat.
- Pelaku memiliki insentif untuk menggunakan informasi sampai dengan Marginal Benefit = Marginal Cost-nya.
Keynesian → Terdapat kegagalan pasar ketika harga lamban dalam prose’s penyesuaian → Possible state of continous disequilibrium
Kaum Moneter Ortodoks
- Harga menyesuaikan secara cepat.
- Dalam jangka pendek → disequilibrium
- Dalam jangka panjang → equilibrium → pada tingkat alamiah (pengangguran dan output)
New Classical
- Berdasarkan tradisi Walrasian
- Respon permintaan dan penawaran optimal pada berbagai tingkat harga.
- Keseimbangan dalam jangka pendek dan panjang
- Voluntary Phenomenon → Dalam labor market → Orang akan bekerja pada tingkat upah pasar.
Keputusan yang diambil pekerja dan perusahaan mengacu pada prilaku optimalisasi → Backward Bending supply curve
Penawaran tenaga kerja tergantung pada upah relatif (Lucas)
- Didasarkan pada pasar barang dan keputusan penawaran perusahaan.
- Perusahaan mengetahui harga saat ini atas barangnya dan harga umum di pasar lain dengan unsure time lag.
- Signal Extraction Problem → Semakin besar variabilitas dalam kenaikan harga umum, semakin sulit bagi produsen untuk memilah signal yang benar dan semakin kecil respon penawaran yang dilakukan.
Keynesian
- Melakukan redirection riset makro melalui tingkat tingkat output pada satu titik waktu dibandingkan dengan melihat evolusi dinamik dari waktu ke waktu.
- Business Cyle (BC) → Fenomena disekuilibrium.
- BC → Fenomena siklis dalam konteks keseimbangan
- BC → dikembangkan dengan melihat kondisi keseimbangan pada instabilitas agregat.
- Kebijakan menjadi tidak efektif (dipengaruhui oleh systematic monetary policy and non-systematic policy) karena uang adalah netral dan informasi tidak sempurna.
- Real Cost of Disinflation
- Dynamic Time Inconsistency, Credibility, and Monetary Rules
- Microeconomics Policy to Increase AS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar