Jumat, 30 Mei 2008

The New Classical School

Core Theories New Classical Macroeconomics
  1. Hipotesa Ekspektasi Rasional-Muth (1961)
  2. Continous Market Clearing
  3. Hipotesa Penawaran Agregat-Lucas dan Rapping (1969) dan Lucas (1972&1973)
Hipotesa Ekspektasi Rasional
  1. Ekspektasi Adaptif
  • Berdasarkan pada nilai kemarin
  • Backward-Looking → rentan terjadi kesalahan yang berulang.
  • Ekspektasi Rasional
  • Forward Looking
  • Tidak selalu sempurna dan tepat → Asymetric Information
  • Umumnya mendekati nilai aslinya
  • Jika terdapat systematic error → diatasi dengan learning from the past.
Kelemahan dan kekuatan Ekspektasi Rasional
  1. Dalam proses ramalan → pelaku ekonomi menggunakan informasi terbaik yang dipercaya menjadi penentu variabel.
  2. Merupakan prilaku memaksimumkan utilitasnya
  3. Subyektif → model yang dipercaya tepat.

Kritik Terhadap Ekspektasi Rasional
  • Biaya yang tidak sedikit dalam pengumpulan dan pemrosesan informasi untuk melakukan ramalan, namun dapat disiasati dengan cara tidak langsung.
  • Pelaku dalam pasar yang terdesentralisasi → apakah dapat membentuk model yang tepat.
  • Pelaku memiliki insentif untuk menggunakan informasi sampai dengan Marginal Benefit = Marginal Cost-nya.
Continous Market Clearing
Keynesian → Terdapat kegagalan pasar ketika harga lamban dalam prose’s penyesuaian → Possible state of continous disequilibrium

Kaum Moneter Ortodoks
  • Harga menyesuaikan secara cepat.
  • Dalam jangka pendek → disequilibrium
  • Dalam jangka panjang → equilibrium → pada tingkat alamiah (pengangguran dan output)

New Classical
  • Berdasarkan tradisi Walrasian
  • Respon permintaan dan penawaran optimal pada berbagai tingkat harga.
  • Keseimbangan dalam jangka pendek dan panjang
  • Voluntary Phenomenon → Dalam labor market → Orang akan bekerja pada tingkat upah pasar.
Hipotesa Penawaran Agregat

Keputusan yang diambil pekerja dan perusahaan mengacu pada prilaku optimalisasi → Backward Bending supply curve

Penawaran tenaga kerja tergantung pada upah relatif (Lucas)
  • Didasarkan pada pasar barang dan keputusan penawaran perusahaan.
  • Perusahaan mengetahui harga saat ini atas barangnya dan harga umum di pasar lain dengan unsure time lag.
  • Signal Extraction Problem → Semakin besar variabilitas dalam kenaikan harga umum, semakin sulit bagi produsen untuk memilah signal yang benar dan semakin kecil respon penawaran yang dilakukan.
New Classical Model of Business Cycle

Keynesian
  • Melakukan redirection riset makro melalui tingkat tingkat output pada satu titik waktu dibandingkan dengan melihat evolusi dinamik dari waktu ke waktu.
  • Business Cyle (BC) → Fenomena disekuilibrium.
Hayek
  • BC → Fenomena siklis dalam konteks keseimbangan
Lucas
  • BC → dikembangkan dengan melihat kondisi keseimbangan pada instabilitas agregat.
Implikasi Kebijakan dari New Classical
  • Kebijakan menjadi tidak efektif (dipengaruhui oleh systematic monetary policy and non-systematic policy) karena uang adalah netral dan informasi tidak sempurna.
  • Real Cost of Disinflation
  • Dynamic Time Inconsistency, Credibility, and Monetary Rules
  • Microeconomics Policy to Increase AS.

Tidak ada komentar: