Sabtu, 19 September 2009

Perilaku Penghindaran Risiko Kredit Oleh Perbankan dan Debitur Dalam Pasar Kredit Investasi Di Indonesia, Periode 1998-2008

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel ekonomi yang mempengaruhi perilaku penghindaran risiko kredit yang dilakukan baik oleh perbankan dan debitur; menganalisis dampak deregulasi perbankan terhadap perilaku penghindaran risiko kredit; dan menganalisis berapa lama waktu yang diperlukan bagi masing-masing variabel penjelas untuk dapat mempengaruhi variabel tidak bebasnya.

Analisis dalam pasar kredit investasi tentunya terkait dengan permasalahan infomasi yang asimetris dan keputusan antar waktu bagi setiap pelaku pasar. Dengan menggunakan data runtut waktu periode 1998(1) hingga 2008(8) dan tidak terinterasinya seluruh variabel penelitian pada level yang sama, maka peneliti menggunakan model jangka pendek Autoregressive Distributed Lag Error Correction Model (ARDL-ECM) untuk menjelaskan perilaku penghindaran risiko kredit oleh perbankan dan debitur dalam pasar kredit investasi di Indonesia.

Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam jangka pendek dan panjang, suku bunga kredit investasi rupiah riil, harapan suku bunga kredit investasi rupiah riil, dan tingkat inflasi mempengaruhi perilaku penghindaran risiko kredit oleh perbankan. Pada sisi debitur, perilaku ini tidak sensitif terhadap suku bunga kredit investasi rupiah riil. Namun, sangat dipengaruhi oleh suku bunga modal kerja rupiah riil sebagai variabel substitusi dari kredit investasi rupiah riil dan harapan pendapatan nasional riil mendatang dalam jangka panjang. Hadirnya deregulasi perbankan membuat bank berperilaku penghindaran risiko kredit sedangkan debitur tidak. Debitur rata-rata memerlukan waktu selama 24 hari untuk merespon realisasi kreditnya ketika terjadi perubahan dalam variabel penjelas, sedangkan perbankan memerlukan waktu selama 56 hari.

Kata-kata kunci
:
pasar kredit investasi, penghindaran risiko kredit, informasi yang asimetris, moral hazard, adverse selection, perubahan struktur, mean-lag, model dinamik, dan ARDL-ECM.

Tidak ada komentar: