Kamis, 20 November 2008

Are Educated Workers Really More Productive ?

Patricia Jones[1]

(Study Case in Ghana)

 Pendidikan secara luas dipercaya memainkan peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi. Fakta-fakta ekonomi makro memperlihatkan pendidikan terus tumbuh jauh dari tingkat yang meyakinkan. Sebaliknya, terdapat banyak fakta di tingkat ekonomi mikro yang membuktikan adanya korelasi positif antara pendidikan dan produktivitas (diukur melalui upah pekerja).

Dalam penelitian ini akan dipelajari hubungan antara tingkat pendidikan dengan produktivitas, menggunakan metode baru yang menguji apakah perbedaan upah pekerja yang memiliki tingkat pendidikan berbeda berkaitan dengan perbedaan produktivitas pekerja.Sebagai studi kasus digunakan data Republik Ghana. Berdasarkan data dari Ghana tersebut ( 287 perusahaan manufaktur dan 1211 orang pekerja ) kita dapat dua pertanyaan pokok :

1)     Apakah tenaga kerja terdidik lebih produktif dibandingkan tenaga kerja yang tidak terdidik?

2)     Apakah perbedaan upah antara pekerja yang memiliki tingkat pendidikan berbeda mencerminkan perbedaan produktivitas yg sesungguhnya?

Hasil penelitian terhadap Ghana menunjukkan bahwa :

Ø  Terdapat hubungan positif antara pendidikan dan produktivitas.Khususnya fakta bahwa pekerja dengan pendidikan tersier lebih produktif dibandingkan pekerja dengan pendidikan sekunder, primer, maupun yg tidak mendapat pendidikan formal.

Ø  Tetapi ditemukan fakta bahwa pekerja dengan pelatihan kejuruan lebih produktif daripada pekerja dengan pendidikan sekunder.Satu penjelasan yg mungkin untuk hasil ini adalah bahwa variabel pendidikan pada tingkat agregat dapat mengalami kesalahan pengukuran.

Ø  Data menunjukkan bahwa return dana pendidikan (7,1%) sama dengan peningkatan produktivitas (7,0%).Hal tersebut pertanda bahwa tenaga kerja terdidik di Ghana menerima upah yg lebih tinggi dari pekerja tidak terdidik karena memberikan kontribusi lebih pada output perusahaan.



[1] Disadur oleh Amrita.

Tidak ada komentar: