Senin, 17 November 2008

Financial System (Frederic S. Mishkin)

Pasar keuangan merupakan saluran uang yang penting dari mereka yang tidak memiliki produktivitas atas penggunaan uang kepada mereka yang kekurangan uang namun produktif dalam penggunaan uang, yang hasilnya adalah efisien kegiatan ekonomi yang lebih baik. Namun, pasar keuangan tidak akan mungkin dapat bekerja tanpa hadirnya suatu lembaga intermediasi seperti perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Selain itu, perbankan dan lembaga keuangan lainnya memiliki peran yang sangat penting atas kinerja perekonomian secara menyeluruh.

Sistem keuangan merupakan suatu sistem yang kompleks dimana melibatkan banyak regulasi yang dibuat oleh pemerintah untuk mengatur kerja sistem tersebut. Misalnya lembaga perantara keuangan (bank) yang meminjam uang dari mereka yang memiliki tabungan lebih dan meminjamkan pada mereka yang membutuhkannya. Bank adalah lembaga keuangan yang menerima deposito dan menyalurkan pinjaman. Selain itu, bank juga sebagai lembaga perantara keuangan dimana sebagain orang saling berinteraksi didalamnya.

Pasar keuangan (pasar obligasi dan saham) dan lembaga perantara keuangan (bank, asuransi, dana pensium) memilik fungsi dasar menyalurkan dana dari mereka yang memiliki kelebihan uang kepada mereka yang membutuhkan dana melebihi dari pendapatannya. Berfungsinya pasar keuangan dan lembaga perantara keuangan sangat diperlukan untuk memperbaiki efisiensi kinerja perekonomian yang merupakan hal krusial bagi suatu perekonomian yang sehat.

Kinerja pasar keuangan sangat tergantung kinerja lembaga perantara keuangan. Namun terdapat pula dua pihak yang sangat penting posisinya guna menghasilkan kinerja pasar keuangan yaitu mereka yang memiliki tabungan dan meminjamkan uang (lender-savers) dan mereka yang meminjam uang untuk membiayai pengeluarannya (borrower-spenders). Agen ekonomi yang masuk dalam kategori lender-savers adalah rumah tangga, sedangkan perusahaan, pemerintah (pusat dan daerah), dan pihak asing dan juga pemerintahan luar negeri dapat berprilaku sebagai lender-savers ketika mereka memiliki kelebihan uang untuk dipinjamkan. Namun, dalam kategori borrower-spenders agen ekonomi yang terpenting meliputi perusahaan, pemerintah (pusat dan daerah), rumah tangga, dan pihak asing.

Terdapat dua jalur arus uang dari lender-savers ke borrower-spenders yaitu pembiayaan langsung (direct finance) dan tidak langsung (indirect finance). Dalam pembiayaan langsung, borrower-spenders dapat langsung melakukan pinjaman dari lender-saver dalam pasar keuangan, misalnya dengan menjual instrumen keuangan (surat berharga). Surat berharga ini merupakan aset bagi mereka yang membelinya tetapi juga sebagai liabilitas bagi individu atau perusahan yang menjualnya. Ketika lender-savers tidak memiliki kesamaan waktu dengan borrower-spenders maka diperlukan pasar kuangan. Oleh karena itu peranan pasar keuangan sangatlah penting bagi suatu perekonomian yang efisien sebagai saluran uang dari lender-savers ke borrower-spendesr. Selain itu, keberadaan pasar keuangan juga memiliki benefit bagi borrower-spenders ketika produktivias usahanya meningkat. Jalur kedua perputaran uang dari lender-savers ke borrower-spenders disebut dengan indirect finance, karena melibat suatu lembaga perantara keuangan yang berdiri ditengah-tengah mereka dan membantu menyalurkan uang. Lembaga perantara ini meminjam uang dari lender-savers dan menggunakan uang tersebut untuk memberi pinjaman kepada borrower-spenders.

Lembaga perantara keuangan (financial intermediaries) merupakan sumber terpenting bagi pembiayaan perusahaan daripada pasar surat berharga ketika dalam suatu transaksi keuangan terdapat biaya transaksi (transaction costs). Umumnya biaya transaksi ini sangatlah memberatkan baik bagi lender-saver maupun borrower-spenders, sehingga hadirnya perantara keuangan dapat meminimalkan biaya transaski karena adanya skala ekonomis (economies of scale) dan membuat transaksi keuangan menjadi lebih mudah dan cepat.

Hadirnya biaya transaksi dalam pasar keuangan menjelaskan bahwa betapa pentingnya perantara keuangan dan pembiayaan tidak langsung dalam mekanisme kerja pasar keuangan. Dalam pasar keuangan, seringkali satu pihak tidak memiliki informasi yang cukup lengkap mengenai pihak lain sehingga keputusan yang tepat menjadi susah dihasilkan. Ketidakseimbangan informasi diantara para pelaku pasar keuangan ini disebut dengan asymentic information. Perbedaan informasi umumnya menghasilkan permasalahan dalam sistem keuangan yaitu sebelum dan sesudah transaksi tersebut dilakukan.

Adverse selection merupakan masalah yang dihasilkan oleh asymetric information sebelum suatu transaksi terjadi. Adverse selection dalam pasar keuangan terjadi ketika borrower potensial dipilih untuk menerima pinjaman padahal dia tidak layak untuk memperolehnya, sedangkan yang layak untuk menerima kredit justru tidak diberikan pinjaman. Kondisi ini tentunya aja akan membuat resiko kredit menjadi semakin tinggi dan buruk.

Moral hazard juga merupakan permasalahan yang terjadi dari adanya asymetric information setelah transaksi keuangan tersebut terjadi. Moral hazard dalam pasar keuangan adalah resiko yang ditimbulkan dari prilaku yang menyimpang dari borrower dalam menjalankan aktivitas produktifnya yang dibiayai oleh perantara keuangan. Hadirnya moral hazard tentunya menurunkan probabilitas pinjaman tersebut dapat dibayarkan kembali.

Permasalahan yang ditimbulkan oleh adverse selection dan moral hazard sangatlah penting untuk dicermati agar pasar keuangan dapat berfungsi dengan baik, maka hadirnya perantara keuangan dapat mengeliminir permasalahan tersebut. Hadirnya perantara keuangan dalam suatu perekonomian membuat para penabung kecil dapat menyediakan uang pada pasar keuangan dengan meminjamkan uang kepada perantara keuangan yang terpercaya, lalu dialihkan oleh perantara keuangan tersebut menjadi pinjaman kepada borrower spenders. Hadirnya perantara keuangan membuat para penabung kecil tidak perlu melakukan proses screening mengenai perusahaan mana yang baik atau proyek investasi mana yang menguntungkan, sehingga hal ini dapat meminimalkan permasalahan adverse selection. Selain itu, perantara keuangan umumnya juga memiliki keahlian dalam memonitoring para borrower-spenders dalam menjalankan proyek investasinya sehingga dapat meminimalkan permasalahan moral hazard. Pada saat perantara keuangan dapat menjalankan fungsinya dengan baik maka selain dapat mengembalikan uang lender-savers berupa bunga juga memperoleh laba dari usahanya.

Oleh karena itu, perantara keuangan memainkan peranan yang sangat sentral di dalam memperbaiki efisiensi perekonomian karena membantu pasar kauangan dalam menyalurkan dana dari lender-savers kepada meraka yang memiliki peluang investasi yang produktif, sehingga tanpa berfungsi dengan baiknya perantara keuangan maka sangatlah sulit bagi suatu perekonomian untuk mencapai kapasitas optimumnya.

Sistem keuangan merupakan salah satu sektor yang memiliki regulasi ketat. Pemerintah melakukan itu atas tiga dasar, yaitu untuk meningkatkan keberadaan informasi bagi para investor, untuk memastikan kesehatan dari sistem keuangan tersebut, dan untuk memperbaiki mekanisme kontrol dari kebijakan moneter.

Regulasi pemerintah dalam meminimalkan permasalahan adverse selection dan moral hazard dalam pasar keuangan adalah dengan menyediakan informasi yang lengkap kepada para investor, seperti menyediakan laporan keuangan perusahaan, memberikan peringkat bagi perusahaan dengan pengelolaan terbaik dll. Hadirnya permasalahan asymetric information dapat menyebabkan limbungnya perantara keuangan yang disebut dengan financial panic. Untuk melindungi masyarakat dan perekonomian dari kondisi financial panic, maka pemerintah akan mengimplementasikan beberapa regulasi untuk mencegahnya yaitu restrictions on entry, disclosure, restrictions on assets and activities, deposit insurance, limits on competition, dan restrictions on interest rates.

 

Tidak ada komentar: