| Ia merasa jika keadaan ini dibiarkan terus menerus maka dimasa yang akan datang negaranya Bangladesh akan terancam kehilangan generasi yang akan datang (lost generation). Mulailah ia memberikan kredit usaha kecil tanpa jaminan bagi para wanita-wanita miskin yang harus menghidupi keluarganya yang ditinggal oleh para suaminya. Dengan uang pinjaman tersebut, ibu-ibu bebas berusaha dan didampingi oleh para mahasiswa-mahasiswa M. Yunus ini. Kebanyakan para penerima pinjaman tersebut bergerak pada industri kecil rumah tangga. Setelah berjalan beberapa lama ternyata tingkat pengembalian dari pinjaman tanpa jaminan kepada masyarakat (wanita) miskin di Bangladesh ini lebih dari 98 persen. Ini merupakan prestasi yang luar biasa jika dibandingkan dengan Bank-bank komersial lainnya. Mulai dari sinilah Grameen Bank berkembang ke seluruh Bangladesh dengan diversifikasi bidang usaha lain seperti asuransi, jaminan pensiun, telekomunikasi, pemberian beasiswa pendidikan, rumah sakit dan lain lain. Sehingga dengan konsep Grameen bank yang telah diadopsi di beberapa Negara sangat efektif dalam menurunkan tingkat kemiskinan dan tentunya mampu mengembangkan sumber daya manusia di Bangladesh. Dengan keluarnya masyarakat dari garis kemiskinan berarti mereka dapat memperoleh tingkat kehidupan yang lebih baik seperti fasilitas kesehatan, nutrisi yang cukup, pendidikan, dan kebebasan dalam melakukan aktivitas ekonomi yang akhirnya mensejahterahkan mereka. Hasil dari ini semua ialah pembangunan ekonomi. Sumber: M. Yunus, 2007.”Bank Orang Miskin”. |
Blog ini berisikan segala teori, aplikasi, dan penelitian yang terkait dengan ilmu ekonomi.
Kamis, 20 November 2008
Bangladesh (Grameen Bank – M. Yunus)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar